Inspirasi

Revolusi Mental, Mewujudkan Birokrasi Bersih, Melayani dan Responsif

0Shares

Istilah Revolusi Mental pertama kali dicetuskan Presiden Rl pertama Soekarno dalam pidato kenegaraan memperingati proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1957.Revolusi Mental ala Soekarno adalah semacam Gerakan Hidup baru untuk menggembleng manusia Indonesia menjadi manusia Baru, yang berhati putih,berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali dan berjiwa Api. Semangat revolusi mental kemudian menjadi dasar bagi Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1964 untuk memperkenalkan gagasan Trisakti, yaitu: Indonesia berdaulat dalam politik, Indonesia berdaulat dalam ekonomi, dan Indonesia berkepribadian dalam kebudayaan.

Gagasan Revolusi Mental, pada tahun 2014 digaungkan kembali oleh Presidenke-7 Republik Indonesia Joko Widodo. Secara resmi Gerakan Revolusi Mental sudah menjadi bagian dari program Pemerintah dengan dimasukkan program tersebut dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tahun 2015 2019.Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bertugas untuk menjadi Koordinator dalam seluruh gerakan Revolusi mental. Visi Revolusi Mental adalah: “Terwujudnya penyelenggara negara dan masyarakat Indonesia yang berintegritas dan beretos kerja dengan semangat gotong royong”.

Apa itu Revolusi Mental?

Revolusi Mental adalah gerakan nasional untuk mengubah cara pandang, pola pikir, sikap sikap, nilainilai dan perilaku bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian. Dengan kata lain dapat disebut sebagai Gerakan Hidup Baru Bangsa Indonesia.

Revolusi Mental merupakan gerakan yang melibatkan seluruh komponen bangsa dengan memperkuat peran nyata penyelenggara negara dan seluruh elemen masyarakat. Secara nasional unsur pelaksanaan gerakan ini setidaknya terdiri atas 4(empat) pelaku utama yaitu Penyelenggara Negara (eksekutif,legislatif, yudikatif) baik pusat maupun daerah, dunia usaha, dunia pendidikan dan masyarakat.

Masalah Birokrasi

Peran birokrasi dalam memberikan pelayanan umum dinilai masih belum optimal. Hal ini ditandai dengan masih adanya keluhan masyarakat terhadap rendahnya kualitas pelayanan publik. Akibatnya timbul ketidakpastian dan masyarakat enggan berhubungan dengan birokrasi.

Isu Aktual Pelayanan Publik yaitu diantaranya struktur birokrasi yang lamban, panjang, gemuk dan berbelit-belit, pelayanan publik begitu buruk dan angkuh, hingga praktik pengutan liar. Isu itu dapat dikategorikan dalam aspek organisasi, peraturan, SDM, tata laksana dan mind set culture set.

Revolusi Mental Birokrasi

Revolusi mental yang dapat dilakukan yaitu, Pertama Revolusi Mental diarahkan untuk mengembalikan jati diri birokrasi bermental priayi menjadi birokrasi yang bersifat melayani. Kedua, Melalui gerakan nasional revolusi mental, ASN akan menjadi pemeran utama dalam mewujudkan visi besar reformasi birokrasi yaitu terwujudnya pemerintahan berkelas dunia tahun 2019 serta mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kompetitif. Ketiga, Gerakan Revolusi Mental akan memengaruhi pelayanan publik. “Berhasil atau tidaknya Gerakan Revolusi Mental dapat dilihat dari perbaikan pelayanan publik. Keempat, Gerakan Revolusi Mental dalam jangka pendek menekankan pada pelembagaan pelayanan publik sebagai bentuk keteladanan struktural

Penerapan revolusi mental pada aparatur birokrasi menyangkut tiga hal yang merupakan satu kesatuan dan saling terkait satu sama lain yakni 1. Rekrutmen, 2. Pembinaan dan 3.pengawasan.

Unggah dan simak lebih lanjut dalam materi yang ditulis oleh Taufan, S.H.,M.H, Dosen FH Unram: Revolusi Mental: Penguatan Birokrasi Bersih, Melayani dan Responsif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Follow us on Facebook Subscribe us on Youtube Contact us on WhatsApp