ULASAN

Pembangunan Kabupaten Bima Andalkan APBN dan Ekonomi didominasi Sektor Pertanian, Pekerjaan Penduduk Terbanyak Berusaha

0Shares

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terdiri dari 8 Kabupaten yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu dan Bima dan 2 Kota, Mataram dan Bima. Kabupaten Bima, yang merupakan bagian dari provinsi NTB, berada di ujung timur Provinsi NTB, bersebelahan dengan Kota Bima (pecahan dari Kabupaten Bima). Di sebelah barat, Kabupaten Bima berbatasan dengan wilayah Kabupaten Dompu, Selat Sape di sebelah timur, Laut Flores di sebelah utara dan di sebelah selatan dengan Samudera Indonesia.

Di Kabupaten Bima terdapat 18 Kecamatan dan 191 desa. Kecamatan Sanggar dan Tambora merupakan kecamatan yang berlokasi terjauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bima, dimana jarak masing-masing sekitar 130 km dan 250 km. Selain itu, kedua Kecamatan ini merupakan Kecamatan terluas di Kabupaten Bima dengan luas masing-masing 72.000 Ha dan 50.500 Ha. Sebagian besar Kecamatan di Kabupaten Bima adalah daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan laut. Kecamatan Donggo mempunyai ketinggian sekitar 714 mdpl di atas permukaan laut. Hal ini menjadikan Kecamatan Donggo sebagai kecamatan dengan lokasi ketinggian di atas permukaan laut yang tertinggi.

Jumlah penduduk Kabupaten Bima terus mengalami peningkatan dengan laju pertumbuhan 1,44% per tahun hingga pada tahun 2023 jumlah penduduk Kabupaten Bima sebanyak 535,53 ribu orang yang terdiri dari 269.048 laki-laki dan 266.482 perempuan. Perubahan struktur dan komposisi penduduk dapat dilihat dari perbandingan piramida penduduk dimana penduduk Kabupaten Bima didominasi oleh penduduk usia muda. Secara umum jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk perempuan. Hal ini dapat dilihat oleh besarnya angka/nilai sex ratio dimana pada tahun 2023, sex ratio sebesar 100,96.

Distribusi jumlah penduduk menurut kecamatan, terbanyak berdomisili di Kecamatan Sape dengan pesentase jumlah penduduk 11.84 persen. Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit berada di Kecamatan Lambitu yang hanya menyumbang 1,21 persen dari total penduduk Bima. Kepadatan penduduk dapat dihitung berdasarkan jumlah penduduk untuk setiap kilometer persegi. Penduduk yang paling padat berada di Kecamatan Bolo yaitu sebesar 798 orang per Km2, dan paling jarang penduduknya di Kecamatan Tambora yakni 14 orang per Km2.

Jumlah penduduk Kabupaten Bima tahun 2024 berada di urutan keempat dengan besaran mencapai 543.459 jiwa dibawah Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

Rincian penduduk berumur 15 tahun ke atas menurut Status Pekerjaan di Kabupaten Bima, 2023. yaitu berusaha sendiri sebesar 40.203, berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh sebanyak 77.589, berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar 5.383, buruh/karyawan/pegawai sebesar 61.992, pekerja bebas sebanyak 27.137 dan pekerja keluarga/tidak dibayar sebesar 9.589.

Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan pada tahun 2023 penduduk Kabupaten Bima untuk makanan sebesar 587.014 rupiah dan untuk non makanan sebesar 413.426 rupiah. Pada tahun 2023 persentase pengeluaran makanan terhadap seluruh pengeluaran di Kabupaten Bima sebesar 58,68 persen. Untuk komoditas kelompok barang bukan makanan di Kabupaten Bima, penyumbang kontribusi terbesar adalah perumahan dan fasilitas rumah tangga.

Perusahaan perdagangan di Kabupaten Bima didominasi oleh usaha perseorangan sebanyak 3590 usaha atau sekitar 98 persen dari jumlah perusahaan yang terdaftar di DPMPTSP pada tahun 2023.

Struktur perekonomian Kabupaten Bima masih didominasi oleh sektor pertanian yang memiliki peranan 44,9 persen. Peranan sektor industri baru mencapai sekitar 1,98 persen dari perekonomian Kabupaten Bima.

Persentase Realisasi Pendapatan Pemerintah Kabupaten Bima Menurut Jenis Pendapatan (ribu rupiah), 2022–2023, menunjukan angka perubahan mencolok. Pada tahun 2022, dana perimbangan ada di angka 76%, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 8% dan lainnya 16%. Pada tahun 2023, dana perimbangan sebesar 91%, PAD 3% dan lainnya 6%. Dari angka tersebut memberikan gambaran bahwa Kabupaten Bima masih mengandalkan dana perimbangan, dan PAD terjadi penurunan presentase di tahun 2023. Dari hal tersebut, pembangunan Kabupaten Bima mengandalkan dana perimbangan. Dana perimbangan merupakan anggaran dana yang terdapat dalam Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN), dialokasikan dalam rangka memenuhi kebutuhan daerah.

Sumber: Badan Pusat Statistik, Kabupaten Bima dalam Angka 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Follow us on Facebook Subscribe us on Youtube Contact us on WhatsApp