BeritaInfo Wilayah

Mengenal Nusa Tenggara Barat

0Shares

Kondisi Geografis dan Iklim

Secara astronomis, Nusa Tenggara Barat (NTB) terletak antara 80 10’ Lintang – 90 5’ Lintang Selatan dan antara 1150 46’−1190 05’ Bujur Timur. Berdasarkan posisi geografisnya, Provinsi NTB memiliki batas-batas: Utara – Laut Jawa dan Laut Flores; Selatan – Samudera Hindia; Barat – Selat Lombok dan Provinsi Bali; Timur – Selat Sape dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nusa Tenggara Barat terdiri dari 10 kabupaten/kota yang terletak di dua pulau besar yaitu: Pulau Lombok: Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara dan Kota Mataram. Pulau Sumbawa: Sumbawa, Dompu, Bima, Sumbawa Barat dan Kota Bima.

Provinsi NTB terdiri atas 2 (dua) pulau besar yaitu Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dan ratusan pulau-pulau kecil. Dari 279 pulau yang ada, terdapat 44 pulau yang telah berpenghuni. Luas wilayah Provinsi NTB mencapai 20.153,20 km2. Terletak antara 1150 46’- 1190 5’ Bujur Timur dan 80 10’-90 5’ Lintang Selatan. Luas Pulau Sumbawa mencapai 15.414,5 km2 (76,49 %) atau 2/3 dari luas Provinsi NTB, dan luas Pulau Lombok hanya mencapai 1/3 saja. Pusat pemerintahan Provinsi NTB terdapat di Kota Mataram Pulau Lombok. Selong merupakan kota yang mempunyai ketinggian paling tinggi, yaitu 166 mdpl sementara Taliwang terendah dengan 11 mdpl. Kota Mataram sebagai tempat Ibukota Provinsi NTB memiliki ketinggian 27 mdpl.

Dari tujuh gunung yang ada di Pulau Lombok, Gunung Rinjani merupakan tertinggi dengan ketinggian 3.726 mdpl, sedangkan Gunung Tambora merupakan gunung tertinggi di Sumbawa dengan ketinggian 2.851 mdpl dari sembilan gunung yang ada. Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), temperatur maksimum pada tahun 2015 berkisar antara 31,70 c – 35,40 c, dan temperatur minimum berkisar antara 20,60 c – 24,80 c. Temperatur tertinggi terjadi pada bulan November dan terendah pada bulan Agustus.

Provinsi NTB mempunyai kelembaban yang relatif tinggi, yaitu antara 71-95 persen, dengan kecepatan angin rata-rata mencapai kisaran 2 – 6 Knots dan kecepatan angin maksimum mencapai 13 Knots. Jumlah hari hujan terendah yaitu 0 hari pada bulan September dan yang terbanyak adalah pada bulan Januari, Februari, dan Maret dengan jumlah 21 hari.

Provinsi Nusa Tenggara Barat terdiri dari 8 kabupaten, 2 kota, 117 kecamatan dan 1.140 desa/ kelurahan. Kabupaten Sumbawa memiliki kecamatan terbanyak, yaitu 24 kecamatan. Sedangkan Kabupaten Lombok Timur memiliki wilayah administrasi desa/kelurahan terbanyak dengan 254 desa/kelurahan dengan jumlah kecamatan sebesar 21 kecamatan. Jumlah seluruh kecamatan di Pulau Sumbawa sebanyak 63 kecamatan, lebih banyak dari Pulau Lombok sebanyak 54 kecamatan sedangkan untuk jumlah desa/kelurahan berbanding terbalik dengan jumlah seluruh kecamatan di Pulau Sumbawa.

Jumlah seluruh desa/kelurahan di Pulau Lombok ada 598 desa/kelurahan lebih banyak dari Pulau Sumbawa sebanyak 542 desa/kelurahan. Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Provinsi NTB pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Tahun 2018 sebanyak 3.511.890 pemilih sedangkan Tahun 2014 jumlah DPT untuk Pemilihan Presiden 2014 sebesar 3.522.679, jumlah DPT 2018 mengalami penurunan sebesar 10.789 pemilih.

Kependudukan

Berdasarkan data Proyeksi Penduduk tahun 2010 – 2020 jumlah penduduk NTB Tahun 2017 mencapai 4.955.578 jiwa. Dengan rincian, laki-laki sebanyak 2.405.080 jiwa dan perempuan sebanyak 2.550.498 jiwa, dengan rasio jenis kelamin sebesar 94,30. Jumlah penduduk terbesar terdapat di Kabupaten Lombok Timur dan yang terkecil di Kabupaten Sumbawa Barat. Jumlah rumahtangga di Provinsi NTB adalah 1.376.934 rumahtangga dengan rata-rata anggota rumahtangga sebesar 3,6 orang.

Bila dilihat menurut kelompok umur. komposisi penduduk Provinsi NTB berbentuk pyramid dengan komposisi penduduk terbanyak pada umur 0 – 4 tahun yaitu sebanyak 501.136 jiwa. terkecil pada kelompok umur 60 – 64 tahun.

Ketenagakerjaan

Jumlah penduduk Provinsi Nusa Tenggara Barat berumur 15 tahun ke atas mencapai 3.498.399 jiwa. Penduduk yang bekerja mencapai 2.316.720 orang. Sekolah 273.340 orang. Mengurus Rumah Tangga 695.307 orang dan sisanya mencari pekerjaan dan penerima pendapatan. Jumlah penduduk yang mencari pekerjaan berdasarkan Sakernas mencapai 79.449 orang.

Berdasarkan data yang bersumber dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017 jumlah pencari kerja yang terdaftar di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 34.340 orang, terdiri dari 21.722 laki-laki dan 12.618 perempuan. Dari jumlah tersebut yang didominasi oleh tenaga kerja lulusan Sekolah Menengah Atas mencapai 34,47 persen (atau 11.838 orang) Jumlah TKI yang terdaftar hingga tahun 2017 telah mencapai 25.787 orang dengan komposisi 79,75 persen laki-laki. Kalau dilihat menurut jabatan/bidang pekerjaan terbanyak yaitu sebesar 19.099 orang bekerja di ladang dan 2.651 orang di bidang Pembantu Rumah Tangga.

Dilihat menurut Negara tujuan TKI resmi asal Provinsi NTB paling banyak bekerja di Malaysia dan Hongkong, masing-masing sebanyak 21.443 orang dan 1.449 orang. Jumlah Transmigran dari Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2017 mengalami penurunan dari tahun 2016. Bila Pada tahun 2016, transmigran asal Provinsi Nusa Tenggara Barat berjumlah 262 jiwa dengan 71 kepala keluarga maka itu pada tahun 2017 berkurang menjadi 37 jiwa dengan 10 kepala keluarga.

Sosial

Pada tahun ajaran 2016/2017 jumlah murid yang bersekolah di Provinsi Nusa Tenggara Barat tercatat sebanyak 1.133.006 orang dengan rasio jumlah murid – guru sebesar 10,57. Dari total jumlah murid yang bersekolah, sebesar 512.616 orang merupakan murid sekolah dasar, Angka Partisipasi Kasar (APK) Tingkat Sekolah Dasar Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2016/2017 mencapai 107,83.

Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi penduduk yang mengalami keterbatasan fisik dan mental, terdapat 41 sekolah Luar Biasa (SLB), dan 603 orang guru atau tenaga pengajar yang hampir tersebar di seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat.

Fasilitas kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Barat terus ditingkatkan. Pada tahun 2017 tercatat ada 29 Rumah Sakit yakni 20 Rumah Sakit di Pulau Lombok dan 9 Rumah Sakit di Pulau Sumbawa. Puskesmas sebagai salah satu layanan masyarakat yang mudah dan terjangkau untuk semua lapisan masyarakat ada sebanyak 165 unit yang tersebar diseluruh Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Peningkatan fasilitas juga dibarengi dengan peningkatan tenaga kesehatan. Hingga tahun 2017 jumlah tenaga kesehatan mencapai 13.067 orang. Ada penurunan jumlah dokter spesial dari 315 dokter spesialis tahun 2016 turun menjadi 149 dokter spesial tahun 2017.
Dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk, pelayanan Keluarga Berencana terus digalakkan baik oleh pihak pemerintah maupun swasta. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat terdapat 982 orang dokter praktek swasta yang melayani pemasangan alat kontrasepsi.

Mengikuti perkembangan jumlah penduduk, maka jumlah fasilitas ibadah di Provinsi Nusa Tenggara Barat juga terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 jumlah Masjid di NTB telah mencapai 5.224 buah dengan jumlah terbanyak terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Harapan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai daerah tujuan wisata yang beriman belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah tindakan pidana 6.246 kasus tahun 2015 meningkat menjadi 9.523 kasus pada tahun 2016. Kondisi tersebut mengindikasikan agar upaya peningkatan keamanan terus ditingkatkan dengan melibatkan segenap komponen masyarakatnya

Perkembangan jumlah kecelakan lalu lintas tahun 2017 tercatat mengalami penurunan dari tahun 2017 dari 1.824 menjadi 1.433 kecelakaan. Melihat fenomena ini perlu digalakan program keselamatan dijalan raya karena korban meninggal pada tahun 2017 sebesar 550 jiwa meningkat dibandingkan dengan korban meninggal tahun 2016 yang tercatat sebanyak 543 jiwa.

Sumber: Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Follow us on Facebook Subscribe us on Youtube Contact us on WhatsApp