ULASAN

LPW NTB Sorot Tanggung Jawab HAM dan Lingkungan Hidup PT. AMNT hingga Pertambangan Rakyat

0Shares

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), pertambangan menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi. Ironisnya, pertambangan belum mampu berkontribusi terhadap kesejahteraan. Justru, kemiskinan semakin meningkat, dan dampak kerusakan/pencemaran semakin mengkhawatirkan.

Menyikapi persoalan sosial dan lingkungan hidup, pada momen memperingati Hari Bumi 2024, Lembaga Pengembangan Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan Mimbar Keadilan dengan mengusung tema”Belenggu Tambang Mineral: Tanggung Jawab Terhadap Hak Asasi Manusia dan Lingkungan Hidup”, pada Minggu, 21 April 2024 di Villa Labuapi, Lombok Barat.

Narasumber yaitu Taufan, S.H.,M.H. (Dosen Hukum Lingkungan dan Direktur LPW NTB), Lalu Moh. Najar Fajri, S.E.,M.PA. (Dosen Kebijakan Publik dan Peneliti LPW NTB), dan Anang Isal, S.H. (Peneliti Indonesia for Global Justice). Pada Egenda tersebut, terungkap persoalan yang ada di NTB, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat serta pertambangan rakyat yang ada di Kabupaten Lombok Barat.

Simak paparan dan ulasan selengkapnya di Chanel Youtube Ruang Literasi LPW NTB:

Bagian Kesatu, disampaikan oleh Taufan,S.H.,M.H selaku dosen hukum lingkungan dan Direktur LPW NTB, menyoroti tanggung jawab hak asasi dan lingkungan hidup oleh PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), yang berada di Kabupaten Sumbawa Barat,

Bagian Kedua, Anang Isal, S.H., selaku peneliti Indonesia for Global Justice, menyoroti kewajiban korporasi dan posisi negara dalam pertambangan.

Bagian ketiga, uraian dari Lalu Moh. Najar Fajri, S.E.,M.PA., selaku Dosen Kebijakan Publik dan Peneliti LPW NTB, membahas kondisi umum dan kritik terhadap pertambangan, serta jejak dampak yang ditinggalkan, dan bagaimana seharusnya langkah ke depan. Tinjauan tambang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat hingga pertambangan rakyat atau dikenal pula pertambangan tanpa izin (PETI) yang ada Kabupaten Lombok Barat.

Bagian keempat, uraian dari Lalu Moh. Najar Fajri, S.E.,M.PA., selaku Dosen Kebijakan Publik dan Peneliti LPW NTB, membahas kondisi umum dan kritik terhadap pertambangan, serta jejak dampak yang ditinggalkan, dan bagaimana seharusnya langkah ke depan. Tinjauan tambang PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT. AMNT) yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat hingga pertambangan rakyat atau dikenal pula pertambangan tanpa izin (PETI) yang ada Kabupaten Lombok Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Follow us on Facebook Subscribe us on Youtube Contact us on WhatsApp