KKN Unram gelar Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Pengemasan Produk UMKM

0Shares

BERITA LPW – Kelompok Mahasiswa KKN Terpadu Universitas Mataram (Unram) periode 2022/2023, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Packing, Branding, serta Sertifikasi Halal Produk UMKM. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Taman Ayu pada Senin (16/01/2023).

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dihadiri oleh Balai Kemasan NTB sebagai pemateri, kepala dusun se-Desa Taman Ayu, kelompok UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), serta mahasiswa KKN Terpadu Universitas Mataram. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 orang pelaku UMKM.

Dalam kegiatan sosialisai dan pelatihan ini, mendapatkan antusiasme peserta dalam menyampaikan pertanyaan dan besarnya keinginan untuk mencoba menggunakan alat pengemasan modern yang ditampilkan oleh pihak Balai Kemasan, serta didukung pula dengan adanya kemauan peserta agar mahasiswa KKN dapat menjadi penyambung tangan pelaku UMKM untuk membantu membuat label kemasan produk.

Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Packing, Branding, dan Sertifikasi Halal Produk UMKM ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pelaku usaha di Desa Taman Ayu bahwa esensi dari pengemasan yang bagus dapat menambah nilai jual dari produk yang dihasilkan sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang luas.

“Setelah melakukan observasi UMKM di setiap desa, kami menemukan banyak sekali potensi masyarakat dalam menghasilkan produk, produk yang dihasilkan juga cukup bervariasi, namun karena pengemasan yang biasa saja membuat produk tersebut hanya dipasarkan pada warung sekitar rumah pelaku usaha”, tutur Ketua KKN Unram dalam sambutannya.”

Staf Balai Kemasan NTB Zahrul Martayadi dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan menjelaskan kemasan adalah bagian terluar dari produk yang memiliki fungsi sebagai pelindung produk agar produk aman dari debu atau kotoran dan dapat mengamankan produk hingga sampai ke tangan konsumen. Untuk membangun kepercayaan diri penjual, melalui kemasan yang inovatif dan menarik dapat menambah kepercayaan diri penjual terhadap produk yang dihasilkan.

“Kemasan produk yang menarik juga dapat menarik pelanggan. Hal lain yang diuntungkan dari pengemasan produk yang bagus ialah dapat mempromosikan produk, membuat perbedaan antara produk yang satu dengan yang lainnya, meskipun produk memiliki kesamaan tetapi dapat dibedakan melalui kemasan, dan meningkatkan masa simpan produk”, lanjutnya.

Zahrul juga mengajak para pelaku usaha untuk membuat desain kemasan produknya di Balai Kemasan NTB.

“Di sana melayani pembuatan desain gratis, juga menerima jasa pencetakan dan sablon kemasan baik plastic, botol, kaleng, maupun kardus,” ajaknya.

Selain mendesain kemasan yang menarik, Zahrul juga menganjurkan pelaku usaha juga harus mengurus Nomor Ijin Berusaha (NIB).

“Perlu urus izin agar ada perlindungan hukum guna mengantisipasi agar tidak terjadinya masalah plagiasi brand usaha kedepan, serta meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk yang dijual dan mendaftarkan nama produknya”, terangnya.

Setelah penyampaian materi Sosialisasi tentang Packing, Branding, dan Sertifikasi Halal, pihak Balai Kemasan secara langsung mempraktekan cara mengemas produk menggunakan alat segel kemasan (Handsealer).

“Mengingat menyegel kemasan menggunakan Staples tidak disarankan oleh Dinas Kesehatan maka kami menghimbau agar ibu-ibu menggunakan alat ini untuk menutup kemasan produk sehingga mengurangi potensi terganggunya Kesehatan konsumen saat mengonsumsi produk yang dipasarkan”, tutupnya.

Laporan: KKN Terpadu Unram, Desa Taman Ayu

Editor: M. Azhar, S.Kom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Follow us on Facebook Subscribe us on Youtube Contact us on WhatsApp