BeritaInfo WilayahULASAN

Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Menurun, NTB alami Peningkatan

0Shares

Konsep pembangunan manusia menyatakan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhitungkan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal ini selaras dengan tujuan pembangunan global yang ingin meniadakan satu individu di mana pun di dunia ini yang tertinggal.

Tujuan pembangunan berkelanjutan atau yang lebih dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDG’s) adalah sebuah rencana aksi global yang disusun oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengakhiri kemiskinan, melindungi bumi sebagai tempat tinggal manusia, dan memastikan bahwa semua orang memperoleh keadilan dan kemakmuran yang layak (United Nation, 2015). SDG’s terdiri dari 17 tujuan yang secara komprehensif mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Tujuantujuan tersebut menetapkan prioritas prioritas global, seperti mengurangi kemiskinan dan kelaparan, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta memperbaiki lingkungan hidup. Dan, pembangunan manusia merupakan bagian integral dari SDG’s karena merupakan inti dari tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penduduk miskin di Indonesia, dari tahun 2019 hingga 2023 mengalami peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat pada Badan Pusat Statistik, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret/. Dalam uraian tabel setiap provinsi, beberapa provinsi naik turun, maupun terdapat pula yang terus mengalami peningkatan.

Total jumlah penduduk miskin dari seluruh provinsi tercatat pada tahun 2019 sebesar 25.144,72, tahun 2020 yaitu 26.424,02, tahun 2021 sebanyak 27.542,77, tahun 2022 diangka 26.161,16, dan tahun 2023 dengan jumlah 25.898,55. Dari angka tersebut, tercatat mengalami peningkatan pada tahun 2019-2021, dan alami penurunan pada 2022-2023.

Sebaliknya, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), tahun 2023 alami kenaikan menjadi 751,23. Sebelumnya, tahun 2022 sebanyak 731,94. Dilihat dari tahun 2019-2021, yaitu tahun 2019 sebanyak 735,96, tahun 2020 turun yaitu 713,89, tahun 2021 kemudian kembali naik menjadi sebanyak 746,66. Dari catatan itu, penduduk miskin di NTB menunjukan angka naik turun. Terakhir, 2023 alami kenaikan.

Menurut BPS, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Sumber data utama yang dipakai adalah data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Panel Modul Konsumsi dan Kor.

Sumber:
* Badan Pusat Statistik, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susnas) Maret
* Badan Pusat Statistik, NTB dalam Angka, 2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Us

Follow us on Facebook Subscribe us on Youtube Contact us on WhatsApp